BARABAI, KaltimRaya.com — Bulan Ramadhan seringkali dimaknai sebagai momentum spiritualitas pribadi, namun bagi komunitas pendidikan di SD Negeri Kahakan Kalibaru, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, bulan suci ini adalah laboratorium nyata untuk pembentukan karakter.
Melalui kegiatan bertajuk “Gema Ramadhan”, sekolah ini membuktikan bahwa institusi pendidikan memiliki peran krusial dalam menanamkan kecerdasan emosional dan sosial, jauh melampaui batasan nilai akademik di atas kertas.

Inti dari kegiatan ini bukanlah sekadar ritual buka puasa bersama, melainkan implementasi dari pendidikan karakter berbasis empati. Kepala Sekolah SDN Kahakan, Didi Pengabdian, menegaskan sebuah poin penting, pendidikan adalah tentang membentuk akhlak. Ketika siswa terlibat langsung dalam pembagian 300 paket takjil dan penyaluran sembako bagi yatim dhuafa, mereka tidak sedang belajar teori kewarganegaraan, melainkan sedang mempraktikkannya.
Dimensi Sosial pembagian santunan kepada siswa seperti Muhammad Zulhanul Mubarak menciptakan ikatan persaudaraan yang kuat, menghapus sekat status sosial di lingkungan sekolah.
Dimensi Komunitas Kehadiran Dinas Pendidikan Kabupaten HST menunjukkan adanya dukungan sistemik terhadap model pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Pernyataan Kabid Bina SD, Badaruddin, menggarisbawahi bahwa sekolah tidak boleh hanya menjadi pabrik pencetak anak-anak “cerdas secara akademik”. Di era modern ini, kecerdasan tanpa kepedulian sosial hanya akan melahirkan individu yang individualis. Sebaliknya, dengan menanamkan bahwa “keberkahan datang dari apa yang kita bagikan”, SDN Kahakan sedang menyiapkan generasi yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kepekaan nurani.
Gema Ramadhan di SDN Kahakan adalah pengingat bagi kita semua bahwa momen hari besar keagamaan adalah kesempatan emas untuk menyatukan ilmu pengetahuan dengan amal nyata. Keharuan yang dirasakan oleh para penerima santunan adalah bukti bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang mampu menyentuh hati.* (JJD)






