Idul Adha 1447 H, Yayasan LNC Kurban Puluhan Ekor Sapi

BALIKPAPAN, KaltimRAYA.com – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Yayasan Laode Nasir Center (LNC) Balikpapan kembali berbagi kepada masyarakat melalui penyembelihan hewan kurban di RT 87, Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah, Rabu (27/5/2026). Tahun ini, jumlah hewan kurban yang akan disembelih mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

“Jika pada Idul Adha tahun lalu sebanyak 16 ekor sapi, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 26 ekor sapi ditambah satu bagian kurban dari warga yang belum melengkapi kelompok kurbannya,” ucap
Pendiri LNC Balikpapan, H Laode Nasir, SE saat diwawancarai awak media ini.

Politisi PKS yang juga sebagai anggota legislatif DPRD Provinsi Kaltim ini pun mengatakan, khusus untuk penyembelihan di lokasi utama yang berada di kawasan RT 87, Karang Rejo. Pihaknya menyembelih sekitar 21 ekor sapi.

“Alhamdulillah tahun ini ada 26 ekor sapi ditambah satu per tujuh. Kalau tahun lalu 16 ekor, sekarang meningkat. Yang dipotong di sini sekitar 21 ekor,” ujar Laode Nasir.

Ia menjelaskan, sebagian hewan kurban berasal dari dirinya bersama keluarga dan para relawan serta donatur yang tergabung dalam Laode Nasir Center.

Daging kurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah wilayah di Balikpapan, khususnya di lingkungan RT 87, Kelurahan Karang Rejo.

Selain itu, penyaluran juga nantinya akan menjangkau sejumlah kawasan lain seperti Sumber Rejo, Gunung Sari Ulu, bahkan sampai ke Sepinggan.

“Distribusinya pertama di lingkungan sekitar Karang Rejo, kemudian kita sisir ke RT-RT yang ada. Insya Allah sampai ke Sepinggan juga kita bagikan di sana,” katanya.

Menurut Laode Nasir, ibadah kurban memiliki makna besar dalam mempererat hubungan sosial dan kebersamaan masyarakat.

“Harapan saya dengan adanya kurban ini, silaturahmi bisa terus terjaga. Khususnya warga Karang Rejo semakin solid sehingga kita bisa bersama-sama membangun lingkungan dan Kota Balikpapan,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena masih diberikan kesehatan dan kemampuan untuk berbagi di tengah kondisi ekonomi yang ada saat ini.

“Makna terindah Idul Adha bagi saya adalah kesehatan, umur panjang, dan rasa syukur karena sampai hari ini masih diberi kemampuan untuk berkurban,” ucapnya.

Laode Nasir juga mengisahkan bahwa ibadah kurban bukan hal baru baginya. Ia mengaku sudah mulai belajar berkurban sejak masih remaja dan hingga kini terus berupaya istiqamah berbagi kepada masyarakat setiap momentum Idul Adha.

Menurutnya, nilai utama dari kurban bukan terletak pada jumlah hewan yang disembelih, melainkan keikhlasan dan niat untuk membantu sesama.

“Berkurban itu tidak harus menunggu mampu dalam jumlah besar. Satu ekor pun sudah sangat berarti. Yang paling penting adalah niat berbagi dan keikhlasan untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap semangat kurban dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kepedulian sosial antarwarga.

“Harapan saya, semoga melalui kurban ini kebersamaan dan silaturahmi warga semakin kuat. Karena sejatinya Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang berbagi, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama,” tutupnya.(Riel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *