Cabor Savate Masuk Kota Balikpapan, Ryan: Olahraga Ini Telah Mendunia

Oleh Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:48 WIB

BALIKPAPAN, KaltimRAYA.com – Cabang olahraga (Cabor) Savate mulai diperkenalkan kepada masyarakat Kota Balikpapan. Olahraga bela diri asal Prancis yang dikenal dengan perpaduan teknik pukulan dan tendangan tersebut diharapkan menjadi alternatif baru bagi masyarakat sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi di Kota Minyak.

Pengenalan Savate ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) pengurus Savate Kota Balikpapan di Kantor KONI Balikpapan, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun organisasi, menyusun program kerja, serta menyiapkan pembinaan atlet menghadapi berbagai ajang kompetisi.

Selain memperkenalkan olahraga yang juga dikenal dengan sebutan French Boxing itu kepada masyarakat, pengurus Savate Balikpapan juga mulai mempersiapkan langkah strategis untuk mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kalimantan Timur hingga Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang akan datang.

Ketua Federasi Savate Indonesia (FSI) Kota Balikpapan, H Ryan Indra Saputra didampingi Wakil Ketuanya, H Haris Anto beserta Bendahara, H Zaldy Ruslan mengatakan Savate merupakan olahraga bela diri yang berasal dari Prancis dan telah berkembang di berbagai negara. Cabor ini memiliki keunikan tersendiri karena mengombinasikan teknik pukulan dan tendangan dengan penggunaan sepatu khusus saat bertanding.

Menurut Ryan, kehadiran Savate di Balikpapan tidak hanya bertujuan menambah pilihan cabang olahraga, tetapi juga menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda yang memiliki minat di bidang olahraga bela diri.

 

“Olahraga ini mungkin masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat. Karena itu kami ingin memperkenalkan Savate lebih luas agar masyarakat mengetahui bahwa cabang olahraga ini juga memiliki peluang besar untuk meraih prestasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan pengurus adalah memperkuat organisasi, melakukan sosialisasi, serta menjaring bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan.

“Kami ingin Savate menjadi wadah baru bagi anak-anak muda Balikpapan yang memiliki minat di olahraga bela diri. Harapannya tentu bisa melahirkan atlet-atlet yang mampu berprestasi dan membawa nama daerah,” katanya.

Ryan menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mulai menyusun program pembinaan secara bertahap agar atlet yang direkrut dapat dipersiapkan menghadapi Kejurprov Kalimantan Timur sebagai ajang kompetisi perdana.

Dukungan terhadap pembentukan Savate Balikpapan juga datang dari Wakil Ketua III Federasi Savate Indonesia (FSI) Kalimantan Timur, Wawan Pane. Menurutnya, kehadiran kepengurusan Savate di Balikpapan menjadi langkah positif dalam memperluas pembinaan olahraga tersebut di Kalimantan Timur.

Ia menilai Balikpapan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu daerah penyumbang atlet Savate di Kaltim mengingat tingginya minat masyarakat terhadap cabang olahraga bela diri.

“Terima kasih karena sekarang Savate sudah memiliki kepengurusan di Balikpapan. Ini menjadi langkah yang sangat baik agar pembinaan Savate semakin merata dan olahraga ini bisa berkembang lebih maju di Kalimantan Timur,” ujar Wawan.

Menurutnya, setelah kepengurusan terbentuk, agenda yang harus segera dilaksanakan adalah Rapat Kerja Kota (Rakerkot) guna menyusun program kerja dan strategi pembinaan atlet.

“Saya berharap pengurus Savate Balikpapan segera melaksanakan rapat kerja. Itu penting untuk menyusun program kerja sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan yang sudah menanti di depan,” katanya.

Wawan mengungkapkan bahwa Savate Kalimantan Timur dalam waktu dekat akan menghadapi sejumlah agenda penting, termasuk Kejuaraan Nasional Savate yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 di Canggu, Bali.

“Khususnya menjelang Kejurnas di Bali pada bulan September nanti. Kalau semua persiapan sudah berjalan dengan baik, saya rasa Balikpapan memiliki peluang besar untuk ikut ambil bagian dan bersaing di tingkat nasional. Potensi atlet di Balikpapan sangat besar,” tuturnya.

Ia juga memastikan Pengprov FSI Kalimantan Timur siap memberikan dukungan penuh kepada Savate Balikpapan, baik dalam hal pembinaan atlet maupun pengembangan organisasi.

“Kami siap mendukung penuh. Tidak hanya Balikpapan, tetapi seluruh kabupaten dan kota yang ingin mengembangkan Savate. Tujuannya sama, yakni memajukan Savate di Kalimantan Timur dan Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Balikpapan, Gasali, menyambut baik bergabungnya Savate sebagai anggota baru keluarga besar KONI Balikpapan. Menurutnya, kehadiran Savate menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di Balikpapan terus berkembang dan memberikan ruang bagi cabang olahraga baru.

Gasali menyebut Savate merupakan cabang olahraga ke-65 yang resmi berada di bawah naungan KONI Balikpapan. Karena itu, pihaknya berkomitmen memberikan dukungan yang sama kepada seluruh cabang olahraga tanpa membedakan antara cabor lama maupun yang baru bergabung.

“Kami mengapresiasi terbentuknya Savate Balikpapan. Ini menjadi tambahan kekuatan baru bagi olahraga prestasi di Kota Balikpapan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh cabang olahraga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mendapatkan pembinaan dari KONI Balikpapan.

“Tidak ada perbedaan antara cabor yang lama maupun yang baru bergabung. Semua memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pembinaan dan dukungan selama memiliki komitmen untuk berprestasi,” tegasnya.

Gasali berharap Savate mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan prestasi olahraga daerah sekaligus menjadi warna baru dalam dunia olahraga Balikpapan.

“Kami berharap Savate bisa berkembang, memberikan sumbangsih bagi Kota Balikpapan, dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah pada berbagai ajang kejuaraan,” pungkas dia.***