Balikpapan, KaltimRaya.com –Ramadhan bukan sekadar momentum transformasi spiritual pribadi, melainkan juga ruang untuk memperkuat kohesi sosial dan sinergi kepemimpinan. Hal inilah yang tercermin dalam kegiatan Safari Ramadhan yang digelar oleh Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, di Rumah Dinas Jabatan Wali Kota pada Selasa malam (24/2/2026).
TRadiasi rutin tahunan ini bukan sekadar seremonial belaka. Kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kota memerlukan harmoni di tingkat pucuk pimpinan hingga ke akar rumput.

Urgensi Konsumsi Halal dan Thayyib
Satu poin krusial yang ditekankan oleh Wali Kota dalam sambutannya adalah mengenai aspek sertifikasi halal. Di tengah laju modernisasi dan tingginya mobilitas pangan di Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengingatkan warga untuk lebih selektif terhadap apa yang dikonsumsi, terutama produk unggas dan makanan olahan.
”Apa yang masuk ke dalam tubuh kita akan menjadi darah dan daging, serta berpengaruh pada keberkahan hidup,” tegasnya.
Pesan ini mengandung dimensi yang luas, bukan hanya soal kepatuhan syariat, tetapi juga jaminan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat (konsep halalan thayyiban). Dengan mendorong sertifikasi halal, pemerintah kota berkomitmen melindungi konsumen sekaligus meningkatkan standar industri pangan lokal.
Wali Kota mengimbau agar momentum Ramadhan digunakan untuk terus merajut kebersamaan. Di tengah perbedaan yang ada, toleransi menjadi perekat yang memastikan Balikpapan tetap kondusif sebagai kota yang nyaman dihuni dan ramah bagi investasi.
Safari Ramadhan di rumah dinas kali ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang efektif dimulai dari meja makan yang halal dan hati yang saling menghargai. Dengan menjaga apa yang kita konsumsi dan merawat hubungan antarsesama, Balikpapan diharapkan terus melaju sebagai kota yang religius, modern, dan harmonis.***






