Oleh: Andy Ar Evrai J (Advokat, Pengacara, Jurnalis)
* Bagian 1
SINGAPURA — PERJALANAN untuk mengikuti kegiatan Konferensi Internasional, di Thailand oleh delegasi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM, Jakarta dengan menumpang penerbangan Scooter dari bandara Soetta, Jakarta.
Rombongan yang terdiri mahasiswa dan dosen ini sangat bersemangat untuk mengikuti perjalanan, sebab kegiatan Internasional ini sangat rugi untuk dilewatkan.
Menariknya saat ini untuk pemeriksaan visa dan pasport tidak lagi dilakukan secara manual oleh petugas Imigrasi, di bandara Soetta sendiri sudah menggunakan pemeriksaan pakai mesin yang lebih cepat sehingga di pasport tidak ada stempel visa.
Begitu juga saat transit di bandara Changi yang begitu besar dan modern, layanan pemeriksaan pasport lebih maju dan fleksibel, jadi jangan berharap pasport kita akan penuh dengan stempel berbagai negara saat melakukan perjalanan ke luar negeri.

Setelah transit selama 2 jam di bandara Changi, Singapura, kami melanjutkan perjalanan dengan pesawat yang lebih kecil yang ternyata kota Haithai yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan memiliki bandara Internasional yang kecil lebih kecil dari bandara Sepinggan Balikpapan.
Menggunakan maskapai Scooter ini cukup nyaman karena pelayanan yang diberikan oleh pramugari dan pramugaranya ramah dan cepat membantu.
Saya terbiasa untuk berbicara bahasa Inggris dengan para petugas maskapai yang berasal dari Singapura dan Malaysia.
Setelah mengalami penerbangan selama 2 jam antara Singapura Haithai yang berada di Thailand Selatan dekat perbatasan Malaysia. Kami pun sampai di kota tersebut.
Haithai yang berada di Selatan Thailand merupakan kota kecil yang penduduknya 40 persen muslim sehingga untuk mencari warung muslim lebih mudah didapat.Maka rombongan pun tidak ada masalah dengan masalah urusan makan (*)
