* Bagian 6
Oleh : Andy Ar Evrai J (Advokat, Pengacara, Jurnalis, Mahasiswa S2 STIH IBLAM, Jakarta)
HATYAI, THAILAND — NEGERI GAJAH PUTIH, Thailand telah menjadi negara kiblat wisatawan dunia karena setiap daerah di negara ini selalu ada lokasi wisata yang menjadi daya tarik para wisatawan.
Salah satu yang menjadi daya tarik adalah patung Budha Tidur yang berada di pinggiran kota Hatyai.
Patung ini berukuran raksasa dan sangat mencolok karena berwarna emas sehingga layaknya patung emas.
Lokasinya berada di pinggiran kota Hatyai yaitu di jalan raya menuju perbatasan Malaysia.
Sebelum memasuki kawasan ini, kita akan melewati sebuah jembatan panjang 10km yang membelah perairan Hatyai. Kawasan ini terkenal dengan kawasan nelayan karena berada di perairan pesisir Thailand Selatan.
Nah begitu juga vihara tempat patung Budha Tidur ini berada di tepi perairan sehingga lokasi ini bisa digunakan oleh para wisatawan untuk wisata air dan berswafoto pemandangan laut.

Kembali ke patung Budha Tidur, saat itu kami berada di lokasi tersebut dalam kondisi terik matahari sehingga patung ini terlihat silau oleh pantulan sinar matahari.
Meskipun terlihat silau, para wisatawan pun tetap semangat untuk mengambil gambar di dekat patung tersebut.
Dalam sehari ada ribuan wisatawan yang datang ke kawasan tersebut dan membuka peluang usaha untuk Masyarakat sekitar.
Para pedagang di kawasan ini adalah penduduk sekitar yang beragama Budha dan mereka selalu siap dengan handphone program translate karena mereka hanya bisa berbahasa Thailand.
Meskipun terkendala bahasa tapi dagangan yang mereka jual selalu laris manis karena setiap barang sudah dikasih harga.
Menariknya harga barang di kawasan wisata ini sama harganya dengan barang di pasar tradisional. Contohnya saat saya beli sebuah celana gajah di pasar tradisional dengan harga 100Bath, di kawasan wisata ini harga celana tersebut juga sama.
Jadi pada prinsipnya , mereka ini sangat menjaga kenyamanan para wisatawan yang datang ke negeri mereka sebab kalau para wisatawan senang, pasti yang lain akan datang tapi kalau para wisatawan merasa dirugikan tentu mereka tidak mau lagi balik kesini.
Itulah yang membuat, kenapa pariwisata di negeri Gajah Putih ini begitu maju karena antara pemerintah dan masyarakatnya saling menjaga supaya kenyamanan dan keamanan wisatawan tetap terjaga.(*)
