Rafiuddin, Bekerja dalam Senyap untuk Kemajuan Permukiman Balikpapan

Oleh Rabu, 29 Juli 2026 - 21:55 WIB

KaltimRAYA.com — Tidak semua pemimpin memilih berada di depan sorotan. Sebagian justru lebih nyaman bekerja dalam diam, memastikan setiap program berjalan dan manfaatnya dirasakan Masyarakat. Sosok seperti itulah yang melekat pada Rafiuddin, S.T., M.T., Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan.

Di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan, Rafiuddin dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan rendah hati. Ia tidak banyak berbicara, tetapi selalu berusaha memberikan jawaban yang jelas ketika dibutuhkan. Kesederhanaan itu pula yang membuatnya mudah diterima oleh berbagai kalangan, termasuk insan pers.

Bagi para wartawan yang bertugas meliput pemerintahan, Rafiuddin bukan sosok yang menjaga jarak. Meski disibukkan dengan agenda pembangunan, rapat, maupun peninjauan lapangan, ia tetap berusaha melayani kebutuhan informasi media. Ketika ada persoalan yang perlu dijelaskan kepada publik, ia memilih memberikan penjelasan berdasarkan data dan aturan, tanpa memperkeruh suasana dengan polemik yang tidak perlu.

Prinsip itulah yang membuat komunikasi antara Disperkim dan media selama ini terjalin dengan baik. Baginya, media bukan sekadar penyampai berita, tetapi juga mitra yang membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai kebijakan pemerintah.

Di bawah kepemimpinannya, Disperkim Kota Balikpapan terus menjalankan berbagai program strategis, mulai dari penanganan rumah tidak layak huni, penataan kawasan permukiman, pembangunan sarana dan prasarana lingkungan, hingga pengawasan penyerahan fasilitas umum dan fasilitas sosial dari pengembang kepada pemerintah kota. Seluruh program tersebut dijalankan dengan orientasi pada pelayanan masyarakat dan peningkatan kualitas lingkungan permukiman.

Rafiuddin juga dikenal sebagai pemimpin yang lebih senang berada di lapangan. Baginya, melihat langsung kondisi masyarakat sering kali memberikan gambaran yang lebih utuh dibandingkan hanya membaca laporan di atas meja kerja. Pendekatan itu membuat berbagai persoalan dapat dipahami secara lebih komprehensif sebelum diambil langkah penyelesaiannya.

Di balik kesibukannya sebagai kepala dinas, Rafiuddin tetap mempertahankan karakter sebagai pribadi yang santun, bersahaja, dan mudah diajak berdiskusi. Ia tidak membedakan siapa yang datang menemuinya, baik masyarakat, rekan kerja, maupun wartawan. Semua dilayani dengan sikap yang sama: terbuka, tenang, dan penuh penghormatan.

Bagi Rafiuddin, jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata. Karena itu, ia lebih memilih membiarkan hasil pembangunan yang berbicara daripada membangun citra diri.

Di tengah dinamika pembangunan Kota Balikpapan yang terus berkembang sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara, sosok Rafiuddin menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak selalu harus ditampilkan dengan gemerlap. Dengan gaya yang rendah hati, komunikasi yang baik, dan dedikasi terhadap pelayanan publik, ia menjadi salah satu birokrat yang mendapat apresiasi sebagai figur low profile yang bekerja tulus demi kemajuan kota dan kesejahteraan masyarakat. (ydar)