Balikpapan Raih Penghargaan dari Google, Latih 2.000 Guru Sekaligus Berbasis AI

Walikota Balikpapan (kanan) dan Kadisdikbud Kota Balikpapan

Balikpapan, KaltimRaya.com — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menerima penghargaan dari Google atas inisiatif pelatihan lebih dari 2.000 guru secara serentak dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik menyampaikan, penghargaan tersebut diberikan secara khusus karena program ini dinilai berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis teknologi.

“Penghargaan dari Google ini diberikan kepada Kota Balikpapan karena prakarsa kami melatih lebih dari 2.000 guru secara bersamaan. Ini satu-satunya, dan bukan program biasa. Semua guru terlibat dengan capaian nilai yang cukup baik,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut difokuskan pada penguatan sistem pembelajaran mendalam melalui AI, termasuk pemanfaatan platform Google for Education yang terintegrasi dengan teknologi Gemini.

“Pelatihannya berupa pembelajaran mendalam berbasis AI dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dan diikuti oleh guru SD hingga SMP,” katanya.

Selain pelatihan guru, Pemkot Balikpapan juga meluncurkan sejumlah program strategis di bidang pendidikan. Salah satunya adalah rencana penerapan wajib belajar 13 tahun yang akan dimulai pada 2027, dengan tahap sosialisasi dilakukan sepanjang 2026.

Program ini menekankan pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi utama. Pemerintah mendorong masyarakat untuk menyekolahkan anak sejak PAUD guna membangun karakter, kemampuan kognitif, serta kesiapan sosial anak sebelum masuk sekolah dasar.

“Selama ini orang tua cenderung mendorong anak ke les atau bimbingan belajar. Padahal PAUD memberikan pembentukan karakter, kemampuan bersosialisasi, dan adaptasi yang jauh lebih penting,” jelasnya.

Kadisdikbud Kota Balikpapan

Selain itu, Disdikbud juga meluncurkan karya bertema kearifan lokal berjudul “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang disusun oleh Bunda PAUD. Program lain yang diperkenalkan adalah
“Balikpapan Cinta Literasi”, sebuah kampanye berbasis video yang akan diputar di ruang publik seperti hotel, videotron, dan fasilitas umum lainnya.

“Ini bukan buku, tetapi video literasi yang akan disebarluaskan di berbagai ruang publik untuk meningkatkan minat baca anak-anak,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, peringatan kegiatan pendidikan di Balikpapan juga melibatkan siswa secara penuh, termasuk sebagai petugas upacara.

Mulai dari pembaca doa hingga pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 dilakukan oleh pelajar, termasuk siswa dari Sekolah Luar Biasa (SLB).

Langkah ini, menurut Disdikbud, menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan diri serta inklusivitas dalam dunia pendidikan di Kota Balikpapan.

Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., memberikan penghargaan dari Google kepada Kadisdikbud Kota Balikpapan Irfan Taufik yang atas inisiatifnya melatih lebih dari 2.000 guru secara serentak dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi berbasis kecerdasan buatan (AI).*** (Riel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *