* Bagian 7
Oleh : Andy Ar Evrai.J
(Advokat, Pengacara, Jurnalis, Mahasiswa S2 STIH IBLAM, Jakarta )
HATYAI,THAILAND — NEGARA Thailand ini tidak heran telah menjadi negara agro bisnis dimana penghasilan terbesar Masyarakatnya berasal dari pertanian dan perkebunan.
Selama perjalanan saya lewat darat dari kota Hatyai menuju Penang, Malaysia yang terlihat adalah jajaran persawahan, perkebunan yang subur tidak terlihat hutan-hutan yang gundul karena hutan-hutan yang ada terlihat masih rimba kelam.
Maka, ekspor beras dari Thailand ini menjadi beras yang diminati banyak negara karena beras Thailand cukup bagus kualitasnya, tetmasuk hasil kebun seperti durian dan buah-buahan lainnya sudah diolah dengan pola modern.
Perjalanan menuju Penang dengan mengendarai minibus ini memberikan banyak gambaran, bagaimana Thailand dan Malaysia mempertahankan kawasan hijaunya, meskipun mereka juga berlomba untuk menjadi negara modern dan maju.

Perjalanan menuju Penang ini memakan waktu 8 jam lebih.Kondisi jalan yang bagus dan luas membuat laju mobil sangat kencang layaknya di jalan tol.
Begitu sampai di perbatasan, saya dan rombongan harus turun untuk melakukan pengurusan visa. Bangunan imigrasi kedua negara ini dibangun begitu kokoh dan kuatnya, kedua negara dibelah dengan pagar kawat yang tinggi sehingga kecil kemungkinan orang melewati kawasan tersebut.
Pemeriksaan masih menggunakan cara manual, dimana setiap orang harus antri untuk dicek satu persatu oleh petugas Imigrasi, setelah dinyatakan layak, maka petugas pun menstempel paspor barulah kita dibolehkan untuk melewati perbatasan. Lumayan dalam perjalanan kali ini sudah banyak mendapatkan stempel Imigrasi di pasport.
Begitu masuk ke wilayah Malaysia, kondisi daerahnya hampir sama dengan Thailand.Bedanya di Malaysia lebih banyak terlihat perkebunan sawit di sepanjang jalan.
Ada ribuan warga Indonesia yang bekerja di perkebunan sawit tersebut sebagai buruh kasar.Walaupun kerja di perkebunan tapi bagi mereka penghasilan yang didapat cukup untuk membiayai hidup dan mengirim uang ke kampung.
Melewati perjalanan darat ini, bisa diambil kesimpulan bahwa kedua negara sedang berlomba untuk membangun negara maju nan modern tapi tetap mempertahankan kawasan hijau sebagai sumber penghasilan negara (*)
