‎Pengukuhan 45 Paskibraka, ‎Bupati HST: Ini Momentum ‎Penting yang Harus Diemban ‎dengan Segenap Jiwa Raga ‎ ‎

Oleh Minggu, 16 Agustus 2026 - 23:49 WIB

BARABAI, KaltimRAYA.com — Sebanyak 45 anggota Paskibraka Kabupaten Hulu Sungai  Tengah (HST) 2026 dikukuhkan Bupati  Samsul Rizal. Ia menegaskan, kepercayaan mengibarkan Bendera Pusaka merupakan tanggung jawab besar yang harus diemban dengan segenap jiwa dan raga.

‎“Malam ini momentum penting sebagai bentuk pengesahan dan peneguhan kesiapan kalian. Kepercayaan yang disematkan di pundak kalian adalah sebuah tanggung jawab besar yang harus diemban dengan segenap jiwa raga,” ujar Bupati Rizal usai pengukuhan di Pendopo Bupati setempat, Sabtu malam (16/8/2026).

‎Bupati menyebut, 45 putra-putri terbaik daerah ini telah melewati proses panjang. Mulai dari seleksi, pembentukan, hingga pelatihan yang tidak hanya melatih fisik, melainkan juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, patriotisme, serta kecintaan terhadap NKRI.


“Tunjukkan bahwa pemuda-pemudi Bumi Murakata adalah generasi yang berdiri tegak dalam prinsip dan karakter yang mampu menjadi teladan bagi generasi muda lainnya,” tegas Bupati Rizal.

‎Bupati juga mengingatkan, keberhasilan seorang Paskibraka bukan hanya saat mengibarkan bendera dengan baik, melainkan ketika purnatugas nanti mampu tumbuh menjadi anak muda yang berkarakter, disiplin di sekolah, serta bermanfaat bagi Masyarakat.

‎Lantas, salah satu anggota Paskibraka yang terpilih, Muhammad Arief mengaku  bersyukur bisa menjadi bagian dari pengibar sang merah putih di HST. Ia menceritakan perjuangan panjangnya berbuah manis.

‎“Awal mulanya dari masuk SMA kelas 10, ikut seleksi di sekolah sekitar bulan Juli 2025. Ada delapan orang yang berhasil lanjut ke tingkat kabupaten hingga akhirnya saya bersama tiga teman satu sekolah lolos seleksi,” ungkap Arief kepada awak media.


Arief mengaku, mengenai persiapannya selain pembinaan rutin dari sekolah, dirinya juga aktif melakukan latihan mandiri seperti lari dan push up demi menjaga stamina.

‎Menjelang hari pengibaran, rasa haru dan bangga pun menyelimuti perasaannya. “Perasaannya antara gugup dan senang karena bisa mengibarkan Sang Merah Putih,” tambah Arief.

‎Dukungan dan rasa haru juga disampaikan orang tua Arief, Ruswidawati. Wajahnya tak bisa menyembunyikan rasa bahagia dan bangga. Ia menceritakan betapa beratnya perjuangan sang anak. Harus membagi waktu antara jadwal sekolah  dan latihan fisik Paskibraka yang padat hingga sempat jatuh sakit.

‎“Saya tentu bangga karena tahu perjuangannya dari awal seleksi di sekolah. Kemarin sempat sakit dan badannya panas, mungkin karena terkejut dengan latihan yang padat,” ujarnya sambil bersyukur anaknya kembali sehat dan bangkit. “Mama yakin, besok ia bisa mengikuti Paskibraka  dengan baik dan tanpa kesalahan,”  tempatnya memberi semangat.*** (JJD)