Sekolah Kunci Ubah Hidup, Bupati Rizal & MRK Pastikan Tak Ada Anak HST Putus Sekolah

Oleh Jumat, 4 September 2026 - 23:31 WIB

BARABAI, KaltimRAYA.com — Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal bersama Ketua Komisi II DPR RI, H. Muhammad Rifqinizamy Karsayuda (MRK), menyerahkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 66 siswa di Kabupaten HST yang berlangsung di Pendopo Bupati HST, Jumat (4/9/2026).

Bupati Rizal menegaskan, pendidikan adalah kunci utama membangun masa depan yang lebih baik.

“Melalui PIP ini, mari kita wujudkan perhatian bersama agar anak-anak kita memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, tanpa terhambat keterbatasan biaya,” ajak Bupati Rizal saat menyerahkan bantuan.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada MRK atas perhatian dan sinergi yang terus diberikan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Bumi Murakata. Khusus untuk 66 siswa penerima, Bupati meminta jajaran terkait segera melengkapi berkas administrasi yang belum sempurna, agar dana bantuan bisa segera dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan.

Sementara itu, kehadiran MRK membawa semangat yang berbeda. Dengan senyum ceria, ia menyapa para siswa dan orang tua, lalu membagikan kisah nyata perjuangan almarhum ayahnya — sebuah inspirasi tentang bagaimana pendidikan bisa mengubah nasib keluarga sepenuhnya.

“Abah saya dulu anak dari seorang penjaga sekolah di Desa Mahang, Kecamatan Pandawan, HST. Tahun 1974, beliau nekat mengayuh sepeda sejauh kira-kira 170 kilometer ke Banjarmasin, hanya demi melanjutkan sekolah,” cerita MRK.

Sesampainya di Banjarmasin, sang ayah menjual sepedanya untuk menyewa becak dan mengemudinya sambil kuliah di Fakultas Syariah IAIN Antasari. Bahkan, untuk menjaga kendaraan sekaligus menghemat biaya, beliau sempat tidur di dalam becak.

“Berkat keberanian dan tekad menembus keterbatasan lewat pendidikan, nasib keluarga kami berubah total. Hingga akhirnya saya pun bisa bersekolah dan kini dipercaya mewakili rakyat di DPR RI,” ujar putra almarhum Karsayuda — yang juga putra seorang hakim Pengadilan Agama dan guru SD ini.

Pesan MRK pun tegas: “Cara paling mudah mengubah hidup itu dengan sekolah. Kalau hari ini ekonomi terbatas, jangan khawatir. Cukup berjuang dan pastikan anak-anak terus bersekolah.”

Ia juga mengajak orang tua tak ragu melapor jika ada kendala biaya — mulai dari pihak sekolah hingga Bupati. “Kami siap mencari solusi bersama. Harapannya, tak ada satu pun anak di HST yang putus sekolah,” tegasnya.

Dengan sinergi pemerintah daerah dan perwakilan rakyat, bantuan PIP ini bukan sekadar soal dana — melainkan jaminan bahwa setiap anak di HST berhak meraih mimpi setinggi langit. (JJD)