Maulid Nabi di Balikpapan Islamic Centre, Rahmad Mas’ud Ajak Warga Jaga Kebersihan dan Hindari Karhutla

Oleh Rabu, 2 September 2026 - 08:35 WIB

BALIKPAPAN, KaltimRAYA.com – Walikota Balikpapan, Dr. H. Rahmad Mas’ud, SE, ME, mengajak seluruh Masyarakat untuk terus menjaga kebersihan, keamanan, dan kelestarian lingkungan di Kota Balikpapan. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Madinatul Iman, Balikpapan Islamic Centre, Rabu (2/9/2026).

Dalam sambutannya, Rahmad Mas’ud menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini ikut menjaga kebersihan dan keamanan Kota Balikpapan.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Kota Balikpapan yang tetap menjaga kebersihan Kota Balikpapan, yang tetap bersama-sama menjaga keamanan kita, sehingga Balikpapan kita bisa rasakan seperti pada hari ini,” ujarnya.

Rahmad juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, kondisi kemarau dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus menjadi perhatian bersama.

“Jangan membuang sampah sembarangan dalam kondisi saat ini. Sekarang kebakaran hutan terjadi di mana-mana. Kalau ingin membuka lahan atau pertanian, tentunya bisa dilakukan dengan tidak membakar sampah-sampah atau ladang-ladang yang mau kita gunakan,” katanya.

Ia menekankan, pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat, tetapi membutuhkan kesadaran seluruh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmad juga menyampaikan harapannya agar Kota Balikpapan segera mendapatkan hujan setelah mengalami kondisi kering dalam beberapa waktu terakhir.

“Mudah-mudahan dengan peringatan Maulid ini, insya Allah segera diijabah buat kita, sehingga hujan bisa turun lagi,” harapnya.

Apresiasi untuk Ustaz Das’ad Latif

Rahmad Mas’ud juga menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Das’ad Latif yang hadir memberikan tausiah dalam peringatan Maulid Nabi tersebut.

Ia menyebut Ustaz Das’ad Latif baru kembali dari perjalanan dan tetap menyempatkan diri hadir memenuhi undangan untuk mengisi kegiatan keagamaan di Kota Balikpapan.

“Kita doakan semoga diberikan kekuatan, kesehatan, panjang umur, untuk selalu berdakwah. Beliau berdakwah dari penjuru Nusantara, bahkan sudah sampai ke Amerika,” tutur Rahmad.

Rahmad turut mengapresiasi kehadiran Kapolresta Balikpapan dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran jajaran kepolisian dalam berbagai kegiatan keagamaan menjadi bagian dari upaya menjaga kedekatan dengan masyarakat.

“Terima kasih juga kepada Pak Anton, beliau adalah mantan Kapolres Kota Balikpapan, bisa hadir bersama kita. Saya tahu beliau setiap ada kegiatan-kegiatan keagamaan, salat bersama, tarawih bersama, makan bersama, tapi tidak tidur bersama,” ucapnya disambut tawa jamaah.

Ia kemudian menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang juga memiliki tugas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur.

Das’ad Latif: Maulid Momentum Silaturahmi

Sementara itu, Ustaz Das’ad Latif dalam tausiyahnya mengajak umat Islam menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus mempererat silaturahmi.

Ia membuka tausiah dengan membacakan ayat Al-Qur’an yang memerintahkan umat Islam untuk berselawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada Rasulullah Muhammad SAW. Maka wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kalian kepada Rasulullah dengan sebaik-baik selawat,” kata Das’ad Latif.

Das’ad Latif kemudian menyinggung masih adanya perdebatan di tengah masyarakat mengenai peringatan Maulid Nabi. Ia meminta umat Islam tidak saling menghina hanya karena berbeda pandangan mengenai pelaksanaan Maulid.

Menurutnya, umat yang memilih memperingati Maulid maupun yang tidak memperingatinya harus tetap saling menghormati.

“Yang mau Maulid, silakan. Yang tidak mau Maulid, silakan. Apa yang salah dengan Maulid ini? Kita saling menghormati,” tegasnya.

Ia menilai Maulid Nabi memiliki sejumlah nilai positif, salah satunya menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai kalangan.

“Dengan Maulid, Alhamdulillah ada silaturahmi,” ujarnya.

Menurut Das’ad, melalui kegiatan Maulid masyarakat dapat berkumpul, membaca ayat suci Al-Qur’an, berselawat, mendengarkan ceramah, serta memperkuat hubungan antarsesama.

“Dengan Maulid kita berselawat, dengan Maulid kita dengar ceramah. Maka yang baik, mau Maulid silakan. Tidak mau, silakan. Kita saling menghormati,” katanya.

Tekankan Keteladanan Nabi

Lebih jauh, Das’ad Latif mengingatkan bahwa substansi utama peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, melainkan bagaimana umat Islam meneladani kehidupan dan akhlak Rasulullah Muhammad SAW.

“Memperingati Maulid, kita meneladani Nabi,” ujarnya.

Ia mengajak jamaah tidak terjebak dalam perdebatan mengenai perbedaan praktik keagamaan, tetapi mengambil nilai-nilai keteladanan Rasulullah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Centre tersebut dihadiri Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, ustaz, serta masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan pembacaan selawat dan tausiah yang disampaikan Ustaz Das’ad Latif.

Melalui peringatan tersebut, pemerintah kota berharap semangat keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat memperkuat persatuan, kepedulian sosial, serta semangat masyarakat dalam menjaga keamanan dan kebersihan Kota Balikpapan. (Ydar)