Ketua Kadin Balikpapan Tegaskan Gotong Royong Pengusaha dan Kemudahan Investasi Jadi Kunci Penguatan Ekonomi

Oleh Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:35 WIB

BALIKPAPAN, KaltimRAYA.com – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Balikpapan, Noval Asfihani, BBA, menilai penguatan ekonomi Kota Balikpapan ke depan membutuhkan kolaborasi seluruh pelaku usaha serta dukungan pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Hal itu disampaikan Noval saat diwawancarai media online seusai menghadiri acara pelantikan DPD SiJAKA Kota Balikpapan di Aula Rumah Jabatan Walikota Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, konsep pembangunan ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak, tetapi harus dibangun melalui semangat gotong royong antar pelaku usaha.

“Yang jelas bagaimana caranya ekonomi kita di Balikpapan ini bisa meningkat. Ujung-ujungnya adalah bagaimana kita bisa gotong royong dan saling membantu,” kata Noval.

Ia menjelaskan, Kadin mengusung konsep Indonesia Incorporated, yakni pengusaha besar membantu pengusaha menengah, pengusaha menengah mendukung usaha kecil, hingga manfaatnya dirasakan pelaku usaha di tingkat paling bawah.

“Di Kadin ada konsep Indonesia Incorporated, artinya bagaimana pengusaha besar membantu pengusaha menengah, yang menengah membantu yang kecil, dan seterusnya sampai ke bawah. Dengan begitu ekonomi kita akan berputar di daerah sendiri,” ujarnya.

Selain kolaborasi antara pengusaha, Noval menilai dukungan Pemerintah Kota Balikpapan juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui kemudahan berusaha dan investasi.

“Tinggal bagaimana nanti support dari pemerintah kota terhadap para pelaku usaha agar mendapatkan kemudahan untuk bisa berinvestasi di Balikpapan,” tambahnya.

Maraknya Kafe Belum Bisa Jadi Tolok Ukur

Menanggapi maraknya pembangunan kafe, restoran, dan tempat usaha baru di sejumlah kawasan, seperti Grand City, Noval menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang cukup dinamis.

Ia melihat banyak Masyarakat memanfaatkan tempat-tempat tersebut sebagai ruang berkumpul, berdiskusi, hingga berbagi pengalaman.

“Kalau kita lihat sekarang banyak kafe, restoran, dan tempat nongkrong yang cukup ramai, bahkan sampai tengah malam atau dini hari masih dipenuhi pengunjung. Mungkin masyarakat memang haus akan tempat untuk bertemu dan berbagi pengalaman,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa ramainya sektor kuliner belum bisa dijadikan indikator pasti bahwa ekonomi Balikpapan sedang mengalami peningkatan.

“Itu susah kita simpulkan karena secara data kita belum mendapatkan angka yang pasti,” ujarnya.

Noval berharap hasil Sensus Ekonomi yang sedang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi ekonomi daerah.

“Saat ini BPS sedang melakukan sensus ekonomi. Semoga nanti kita mendapatkan data yang lebih riil dan valid, sehingga bisa diketahui apakah pertumbuhan usaha-usaha tersebut benar-benar mencerminkan kenaikan ekonomi,” jelasnya.

Imbau Masyarakat Bijak Mengelola Keuangan

Di tengah dinamika ekonomi, Noval juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam mengatur keuangan dan tidak menerapkan pola hidup konsumtif.

“Jangan terlalu konsumtif. Dahulukan kebutuhan daripada keinginan. Kalau bisa menyisihkan sebagian penghasilan, itu jauh lebih baik. Ada istilah cash is king, jadi kita harus memiliki cadangan keuangan,” pesannya.

Regulasi Masih Menjadi Tantangan

Terkait tantangan dunia usaha, Noval mengungkapkan sejumlah pelaku usaha masih berharap adanya penyempurnaan regulasi agar investasi di Balikpapan semakin mudah dan nyaman.

“Kalau yang saya dengar dari teman-teman pengusaha, mungkin masih ada beberapa hal terkait regulasi atau dukungan pemerintah yang perlu disempurnakan. Bagaimana caranya kita menjadi jembatan agar para investor merasa lebih nyaman berinvestasi di Balikpapan,” tutupnya. (ydar)