BALIKPAPAN, KaltimRAYA.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan menyalurkan bantuan peralatan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Paser, Kamis (8/10/2026). Bantuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla di tengah kondisi El Nino sekaligus mendukung pengendalian inflasi pangan.
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan sinergi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat ketahanan daerah, menjaga pasokan pangan, dan meningkatkan literasi Masyarakat.
“Sinergi yang semakin menguat ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat ketahanan daerah dalam penanganan karhutla, pengendalian inflasi pangan, dan peningkatan literasi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Robi.

Penyerahan bantuan di PPU dilakukan Robi kepada Kepala Bidang Rehabilitasi BPBD PPU, I Gusti Putu Agus Dharma Sutiawan, disaksikan Sekretaris Daerah PPU, Drs. H. Tohar, M.M., dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah. Sementara bantuan untuk Kabupaten Paser diserahkan kepada Kepala BPBD Paser, Ruslan.
Bantuan tersebut meliputi pompa pemadam, tandon air portabel, selang, nozzle, perlengkapan pemadaman gambut, pakaian tahan api, helm, respirator, serta perlengkapan pelindung lainnya. Penyaluran ini merupakan tindak lanjut penyerahan simbolis oleh Gubernur BI pada 20 September 2026, sebagai bagian dari bantuan karhutla untuk tujuh provinsi.
Selain penanganan karhutla, BI Balikpapan memperkuat pengendalian inflasi melalui Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS), yang mencakup gerakan pangan murah, pasar murah, dan operasi pasar.
Inflasi sepanjang Januari-September 2026 tercatat 4,11 persen secara tahun berjalan (ytd). Pada triwulan IV, direncanakan 10 kali kegiatan stabilisasi harga pangan di Balikpapan dan 13 kali di PPU hingga akhir tahun.
BI juga mendorong penguatan produksi pangan lokal melalui program Tani Camp 2026. Pengembangan pertanian perkotaan dengan komoditas cabai, tomat, dan terong di Balikpapan serta PPU menunjukkan perkembangan positif. Di Paser, peternak ayam petelur mulai menerapkan pakan mandiri untuk meningkatkan efisiensi usaha.
Di bidang literasi, program Bedah Buku Penulis Lokal (Bebukuan) 2026 turut dilaksanakan bersama pemerintah daerah. Program ini diharapkan meningkatkan minat baca sekaligus memperluas apresiasi terhadap karya penulis lokal.
Melalui berbagai program tersebut, BI Balikpapan memperkuat kolaborasi daerah untuk menghadapi karhutla, menjaga stabilitas harga pangan, dan mendukung ketahanan ekonomi masyarakat. (ydar)
