BALIKPAPAN, KaltimRAYA.com– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Balikpapan tidak hanya menyasar siswa sekolah dasar hingga jenjang pendidikan menengah, tetapi juga anak-anak usia dini di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK).
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, sekitar 140 lembaga PAUD dan TK menjadi sasaran penerima manfaat program MBG. Namun, hingga Agustus 2026, penyalurannya masih dilakukan secara bertahap dan belum seluruh satuan pendidikan menerima makanan bergizi secara bersamaan.
Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, SAg, MSi, menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menentukan capaian maupun realisasi program MBG.
“Disdik tidak menargetkan soal capaian dan realisasi program MBG, karena itu bukan domain kami. Itu domain BGN,” kata Irfan Taufik.
Menurutnya, Disdikbud memiliki peran dalam mendukung penyediaan data satuan pendidikan yang menjadi sasaran program. Sementara kewenangan terkait penentuan penerima, jadwal penyaluran hingga realisasi program berada pada Badan Gizi Nasional (BGN).
Irfan berharap pelaksanaan program tersebut dapat segera diperluas sehingga seluruh sekolah yang menjadi sasaran di Kota Balikpapan dapat menerima manfaat MBG.
“Kami berharap agar program ini dapat segera menyasar seluruh sekolah yang ada di Kota Balikpapan,” ujarnya.
Hingga Agustus 2026, penyaluran MBG untuk jenjang PAUD dan TK disebut telah mendekati 50 persen dari sasaran dan tersebar di enam kecamatan.
Sejumlah lembaga PAUD dan TK yang telah menerima distribusi MBG antara lain TK Nurul Ilmi, TK Nida Al-Husna, PAUD Anak Bunda dan PAUD As-Shidiq di wilayah Balikpapan Timur. Sementara di Balikpapan Selatan, SPS PAUD Dahlia Sepinggan juga menjadi salah satu lembaga yang telah menerima penyaluran.
Dengan mekanisme distribusi secara bertahap, satuan PAUD dan TK yang belum menerima MBG tetap menjadi bagian dari sasaran program dan menunggu jadwal penyaluran sesuai ketentuan BGN.
Program MBG pada jenjang pendidikan usia dini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan asupan gizi anak sekaligus mendukung tumbuh kembang dan kesiapan mereka dalam mengikuti proses pembelajaran.
Dalam pelaksanaannya, Disdikbud Balikpapan bersama instansi terkait juga turut mendukung pengawasan program, khususnya dalam penyediaan data satuan pendidikan. Pengawasan aspek kesehatan makanan melibatkan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, terutama menyangkut mutu, keamanan, kebersihan dan higienitas makanan.
Pemkot Balikpapan berharap cakupan program MBG terus diperluas hingga seluruh satuan pendidikan yang menjadi sasaran dapat menerima manfaat program tersebut.
Selain membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak, pelaksanaan MBG sejak jenjang pendidikan usia dini dinilai penting sebagai bagian dari upaya mendukung kualitas sumber daya manusia sejak masa pertumbuhan. (ydar)
