Pemkot Balikpapan Salurkan 150 Ribu Seragam Gratis, Wali Kota Tegaskan: “Ini Hak Anak, Bukan Bantuan Belas Kasihan”

Oleh Kamis, 16 Juli 2026 - 11:59 WIB

BALIKPAPAN, KaltimRAYA.com – Pemerintah Kota Balikpapan resmi memulai pendistribusian bantuan seragam sekolah gratis bagi seluruh peserta didik Tahun Ajaran 2026/2027. Penyerahan perdana dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, di SD Negeri 009 Balikpapan Utara, Kamis (16/7/2026).

Langkah nyata ini merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan yang adil, sekaligus meringankan beban ekonomi orang tua di awal tahun ajaran baru.

Seragam Adalah Hak Konstitusional

Dalam sambutannya yang penuh makna, Wali Kota Rahmad Mas’ud menegaskan tegas bahwa program ini bukan sekadar pemberian atau sedekah pemerintah, melainkan pemenuhan hak dasar setiap anak yang dijamin oleh konstitusi negara.

“Seragam gratis ini bukan sekadar pemberian cuma-cuma. Ini adalah hak yang sedang diambil oleh anak-anak kita. Undang-Undang Dasar sudah sangat jelas: setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Jadi ini bukan milik si kaya atau si miskin saja, melainkan hak mutlak bagi seluruh anak kita tanpa terkecuali,” tegas Rahmad.

Pemerintah terus bertekad meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan secara bertahap. Saat ini, setiap siswa menerima tiga stel seragam, namun Rahmad memiliki visi yang lebih besar ke depannya.

“Cita-cita kami sebenarnya setiap siswa mendapatkan lima pasang seragam. Tahun ini kami realisasikan tiga pasang sesuai kemampuan keuangan daerah. Semoga ke depannya anggaran kita semakin kuat, sehingga pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi Masyarakat Balikpapan bisa semakin maksimal,” harapnya.

150 Ribu Stel, Anggaran Rp30 Miliar

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengungkapkan skala besar program ini. Tahun ini pemerintah telah menyiapkan sebanyak 150 ribu stel seragam, dengan anggaran yang digelontorkan mencapai sekitar Rp30 miliar.

Jenis seragam yang diterima disesuaikan dengan jenjang pendidikan: siswa SD dan SMP mendapatkan seragam nasional, Pramuka, dan batik khas Balikpapan. Sementara jenjang PAUD serta pendidikan nonformal juga mendapatkan jatah seragam yang telah disesuaikan.

“Kami pastikan distribusi merata dan tepat sasaran agar setiap anak dapat memulai masa belajarnya dengan lengkap dan percaya diri, tanpa terbebani biaya perlengkapan sekolah,” jelas Irfan.

Melalui program luar biasa ini, Pemkot Balikpapan berharap tak ada satu pun anak yang terhalang biaya untuk menuntut ilmu, demi mewujudkan generasi penerus yang cerdas dan setara di masa depan.***