BALIKPAPAN, KaltimRaya.com – Kota Balikpapan yang sudah menjejak usia 129 tahun pada 10 Februari 2026 dan dinakhodai Walikota H Rahmad Mas’ud hingga 2029 mendatang, memang masih bergelut dengan keberadaan air yang belum bisa menjangkau seluruh warga kota hingga hari ini.
Nah, di tengah suasana bulan Ramadhan, ketika tenggorokan mulai terasa kering dan waktu berbuka masih menunggu, satu topik justru menjadi pembicaraan utama: air bersih. Bukan sekadar air untuk berbuka, tetapi air sebagai penentu kenyamanan hidup ribuan keluarga di Kota “Beriman” (Bersih Indah Aman dan Nyaman).
Itulah suasana hangat pertemuan tahun 2026 yang digelar bersama jajaran direksi, manajer, pegawai, dan rekan-rekan media di Hotel Platinum, Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (3/3/2026). Silaturahim ini menjadi momentum penting: dimulainya Transformasi Layanan Air Bersih 2026.
Direktur Utama PTMB, Dr Yudhi Saharuddin, MM, membuka paparannya dengan refleksi perjalanan perusahaan beberapa tahun terakhir masa sulit, kekeringan, hingga upaya bangkit perlahan.
“Kalau kita ingat kembali 2024, hampir seluruh Indonesia kekurangan air. Balikpapan juga terdampak El Nino. Tapi alhamdulillah, di semester kedua kita bisa kembali produksi 100 persen,” ujarnya.
Air Bukan Lagi Sekadar Layanan
Bagi PTMB, air kini bukan lagi urusan teknis semata. Air telah menjadi soal keadilan sosial, kualitas hidup, dan kepercayaan warga.
“Air bersih ini menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat. Bukan hanya soal mandi atau memasak, tapi soal rasa aman dan rasa adil,” kata Yudhi.
Karena itu, PTMB memilih tidak “berjalan biasa-biasa saja” di 2026. Fokus utama diarahkan pada percepatan produksi, pemerataan distribusi, dan efisiensi biaya tanpa membebani APBD.
Perbaikan yang Kadang Tidak Nyaman
Sepanjang 2025, PTMB banyak melakukan perbaikan pipa dan jaringan. Dampaknya tidak selalu nyaman. Air keruh sempat muncul di beberapa wilayah, keluhan pun berdatangan.
“Saya terima semua masukan, langsung dari masyarakat maupun dari DPRD. Tapi perlu kami sampaikan, itu bukan dari kualitas air produksi, melainkan endapan di pipa lama yang terangkat karena perbaikan masif,” jelasnya.
Menurut Yudhi, justru perbaikan besar-besaran inilah satu-satunya jalan agar layanan benar-benar membaik ke depan.
Target Nyata untuk Warga
Di 2026, PTMB menargetkan:
Produksi air mencapai 46,6 juta meter kubik
Penambahan sekitar 12.000 sambungan rumah baru
Penurunan NRW maksimal hingga 28 persen
Penggantian 32.500 water meter lama agar pencatatan lebih akurat
Respon pengaduan pelanggan maksimal 1×24 jam
“Kami ingin masyarakat bisa merasakan perubahan, bukan hanya membaca angka di laporan,” tegas Yudhi.
Transparansi dan Layanan Cepat
Transformasi juga menyasar digitalisasi. Ke depan, data produksi dan gangguan layanan akan semakin terbuka untuk publik.
“Kalau ada gangguan, masyarakat harus tahu. Sekarang warga sudah sangat cerdas. Tinggal bagaimana kami merespon lebih cepat dan jujur,” ujarnya.
Harapan di Balik Tantangan
Meski masih banyak wilayah yang belum terlayani penuh, PTMB optimistis langkah bertahap ini akan membawa perubahan.
“Kami mohon maaf kalau masih ada masyarakat yang belum teraliri. Kami terus berusaha, membagi air seadil-adilnya,” kata Yudhi, jujur.
Di bulan puasa ini, PTMB tak hanya berbicara soal pipa, liter per detik, atau angka keuangan. Mereka berbicara tentang harapan—agar suatu hari, air bersih mengalir merata ke setiap rumah di Balikpapan, tanpa keluhan, tanpa cemas.*** (Ydar)
